Kamis, 02 November 2017

Tak Kusangka, Ternyata dia...... πŸ™ˆ

Bagi saya, ada dua jenis tipe manusia dalam menilai manusia lain. ketika pertama kali bertemu. Yang pertama, seseorang yang menilai orang lain ketika dia melihat secara langsung mulai dari tampilan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, itu, melihat dari segi wajah saja orang tersebut bisa menilai apakah orang yang ditemuinya nakal atau tidak. Yang kedua, seseorang yang menilai orang lain bukan melihat dari segi tampilan, orang tersebut menilai dari sifatnya terutama dalam bertutur kata. Tapi, tak jarang pula ketika seseorang membutuhkan waktu yang cukup lama menilai orang yang ditemui lantaran mungkin dia tidak terlalu sering bertemu dengan orang tersebut.

Tapi, apakah teman-teman pernah menemui seseorang pertama kali, kemudian menilai orang tersebut secara spontan dan justru seseorang yang anda nilai ternyata berbanding terbalik dengan kenyataannya?

Jika ada teman-teman blogger atau para pembaca yang pernah mengalami ini, maka beruntunglah anda, karena anda bukan satu-satunya.

Kejadian ini pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Ketika itu, saya masih duduk di bangku kelas 2 di SMP Pertiwi 2 Padang. Setiap hari saya pergi sekolah naik bus kota yang saya tunggu di pinggir jalan, tepatnya di simpang Tunggul Hitam. Bus kota pas saya lagi di zaman sekolah itu gaul-gaul. Beda dengan sekarang yang menggunakan Bus Trans Padang.  Saya selalu menaiki adalah bus yang benar-benar kosong, agar saya dapat tempat duduk duluan. Karena kalau busnya sudah penuh, saya terpaksa harus berdiri atau bergelantung di ban mobil pintu bus kota.

Sampai pada suatu hari, ketika saya menaiki bus kota yang kosong tanpa manusia seekor pun, tiba-tiba datang seorang cewek masuk ke dalam bus. Cewek itu mempunyai postur tubuh yang tinggi (mungkin lebih tinggi dari menara Eifel), berambut lurus panjang, dan berkulit kuning langsat. Cewek itu berpakaian baju kaos hitam dan celana jeans panjang. Bagi saya, penampilannya sebagai seorang wanita bisa dibilang cukup feminim, ditambah lagi dengan wajahnya yang lumayan cantik. Cewek itu duduk di bagian belakang bus, tepat di samping saya.

 Bus Kota Gaul di Kota Padang Tahun 2000-an Akan
Selalu Jadi Legenda Pelajar Tahun 1990-an

Tapi, ada satu hal yang menjanggal dipikiran saya. Kenapa cewek ini berani sekali duduk di belakang? Padahal selama saya naik bus kota, laki-laki selalu duduk atau berdiri di bagian belakang. Sedangkan cewek duduk atau berdiri di bagian depan bus. Apalagi, pembagian tempat duduk ini sudah menjadi tradisi semua bus di kota Padang. Saya tak mengerti, kenapa cewek ini tak merasa kejanggalan sedikit pun ketika dirinya dikerumuni manusia berkelamin jantan? ataukah cewek ini sedang ikut uji nyali? Saya cuma bilang, hanya dia dan Allah yang tahu. Hal itu terus dia lakukan setiap hari pas mau pergi kerja.

Beberapa tahun berlalu, saya sudah duduk di bangku kelas 1 di SMK 6 Padang. Dan seperti biasa saya masih pergi ke sekolah naik bus kota dan selalu menunggu bus di simpang Tunggul Hitam. Waktu itu kebetulan sekali, saya berpapasan dengan teman sekolah yang sering main band dengan saya di Studio. Namanya Rahmat. Bagi saya, Rahmat bukan cuma sekedar teman sekolah atau anggota band saya, tapi juga teman akrab. Kami sama-sama berangkat ke sekolah menaiki bus kota kosong yang baru saja datang. Saya dan Rahmat duduk di belakang bus. 

Dan kebetulan lagi, saya dan Rahmat ketemu sama cewek itu. Lagi-lagi dia duduk di samping saya. Saya dan Rahmat ngobrol dengan santai di dalam bus yang sedang menuju ke sekolah kami. Sedangkan cewek itu tetap diam membisu seperti patung tanpa merasa bersalah sedikit pun. Setelah beberapa kilometer perjalanan, cewek itu turun duluan dari bus dan meninggalkan kami yang sedang menuju ke sekolah.

Setelah beberapa saat cewek itu turun, Rahmat langsung bilang ke saya "Zak, cewek tadi yang duduk di sebelah lu itu, BENCONG DEKAT RUMAH GUE. dia kerja di salon"

"APAAA, Bencong? Serius lu?" Saya kaget setengah mati.

"Iya". Kata Rahmat dengan polos.

Tak kusangka, Ternyata dia seorang Bencong. ANJIRR, BANGSAT BIN KAMPRET. Saya tak ingat betul apa yang dibilang Rahmat setelahnya. Tapi intinya, dia adalah BENCONG SALON. Saya yang selama ini tidak tahu apa-apa tentang cewek itu sama sekali terpaksa tidak bilang apa-apa pada Rahmat. Kalau seandainya saya mengakui ketidaktahuan dan kebodohan saya selama ini kepada Rahmat, saya tidak tahu apa yang bakal dia bilang. Saya cuma menepis semua. Saya rasa, setelah pulang dari sekolah saya harus mandi wajib. Pikir saya dalam hati.

*****













Senin, 25 September 2017

Kembali Ke Blogger

Assalamualaikum sobat-sobatku sebangsa tanah dan sebangsa air. Bagaimana keadaan kawan-kawan semua? Mudah-mudahan cepat mampus sehat wal-afiat semua ya. Maaf teman-teman semua, selama 9 bulan ini aku tak pernah posting sesuatu di blog. jangankan ngeposting, masuk ke akun ini aja kagak pernah.

Bukan, bukan saya sudah bosan ngeblog, bukannya saya tak punya ide buat ngeposting sesuatu. kalau nge-posting apapun saya bisa -bisa aja mulai dari hal-hal yang viral dan kontroversial sampai hal-hal absurd yang sebenarnya gak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi saya. karena saya sekarang ini masih berkutat dengan skripsi dan itu pun masih seputar JUDUL, YA JUDUL. belum lagi nunggu dosen buat bimbingan yang lamanya minta ampun. Serasa sampai kiamat pun nih skripsi gak bakal selesai-selesai.

Dulunya saya mau targetkan tahun ini buat wisuda. tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang. judul sering diganti-ganti dan ujung-ujungnya ditolak. pas dapat ide buat judul pun saya suudzon pasti bakal ditolak lagi dengan alasan udah banyak yang make tuh judul. dan akhirnya saya memutuskan untuk vakum dari dunia PER-SKRIPSI-AN untuk beberapa waktu. saya menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan sepak bola bergengsi di benua biru (EROPA) dan selalu memperhatikan klub kesayangan saya yang sudah saya cinta kelas 2 SD yaitu FC INTERNAZIONALE MILANO/NERAZZURRI/LABENEAMATA. 

Hahaha, mungkin gak ada yang tahu kalau saya suka sepak bola. Mungkin karena saya nggak pernah posting soal bola kali ya. dan buat kalian fanatik bola pasti bilang dalam hati, "FC INTERNAZIONALE? ooo, klub yang sering kalah itu ya? sambil nyanyi dalam hati "Inter yang dulu bukanlah yang sekarang, dulu sering menang sekarang sering kalah".

kalau kalian bilang gitu, gue cuma mau bilang, itu kan dulu. karena yang sekarang lama-kelamaan bakal jadi sesuatu yang bakal dibilang menjadi "dulu". Inter sekarang ini dalam era kebangkitan, bangkit dari pingsannya, sedang kembali memosisikan diri di empat besar SERIE A, mendapatkan gelar FC INTERNAZIONALE MILAN, S.ST scudetto ke - 19 dan kembali berpentas ke UEFA Champions League. (mudah-mudahan dapat treble winner lagi, AMIIIN πŸ™)

Oke, sekian postingan saya kali ini. kalau saya tidak ada salah, saya tidak perlu minta maaf. saya sekarang ini juga sedang dalam bangkit dari era keterpurukan, kembali terjun lagi dalam DUNIA PERSKRIPSIAN agar dapat memakai toga pada maret 2018, pasti tentunya sambil memerhatikan klub kesayangan saya, FC INTERNAZIONALE MILAN. See ya later!

OLEE, OLEE, OLEE, OLEE, INTEER, INTEER πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ
 

Rabu, 04 Januari 2017

Last Month ! Last Sweet Moment in Harris.

Nggak terasa, sudah tahun 2017. ternyata sudah setahun diriku hidup di Batam ( Juli 2016 ke Januari 2017?). selama hidup di batam, diriku bersama teman-teman seperjuangan training lainnya (dari Padang, Medan, Samarinda, Lampung, Manado, hingga Papua Nugini) akan menyelesaikan pertempuran ini. Kami berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan nilai A dengan melalui berbagai macam rintangan yang dihadapi. Kami dari berbagai daerah tinggal di sebuah Mess daerah dormitory cammo Batam. Mess tersebut kurang nyaman bagi kami. Kami terpaksa hidup bersama makhluk kecil coklat dan imut seperti coklat permen yang bernama kecoa. kami tidur bersama kecoa, mandi bersama kecoa, nonton bersama kecoa, hingga makan bersama kecoa (kebetulan aku yang ngajak dia makan) dan bahkan, salah satu temanku di Mess juga sudah jadian sama kecoa.

Jarak tempuh dari Mess ke Hotel sekitar 3 km. Setiap pagi kami dijemput oleh sebuah mobil lamborghini (baca : angkot). Bagi anak training seperti kami yang jumlahnya sekitar 20 orang-an, pastinya tidak cukup dengan mobil sekecil itu. kami harus bersempit-sempit duduk di dalam mobil. Ya dimuat-muatin aja. Dan bahkan ada yang rela duduk di atas atap mobil. katanya buat cari udara segar. Tapi untungnya sampai sekarang tak ada satu pun yang duduk di atas stir mobil karena bisa menyebabkan kecelakaan tunggal. Kami hidup seperti itu setiap hari selama 6 bulan. Bersama kami melalui semuanya. Pergi jam 06:30 pagi dan pulang hingga jam 9 malam dan bahkan sampai ada yang nggak pulang kayak bang Toyib (usut punya usut dia memang udah punya anak). 

Seiring berjalannya waktu, kami sesama training yang sama-sama seperjuangan, seperintangan, dan sepersusuan, sudah terasa seperti keluarga. Kami saling berbagi satu sama lain, terutama berbagi air galon. Karena, air galon merupakan sumber utama kehidupan bagi anak-anak Mess seperti kami.

Bersama kami menjalani manis dan pahitnya training. mulai dari dapat uang TIP's dari tamu sampai dikomplen tamu yang pernah memesan nasi goreng tapi ternyata dia alergi nasi (tamu macam apa itu?). Kami yang awalnya masih polos dan tidak tahu apa-apa dengan SOP kerja hingga benar-benar paham dengan pekerjaan kami. Kami yang anak training sudah seperti staff di hotel Harris. 

Hingga pada saatnya tiba, tanggal 3 Januari 2017 (meski ada yang last daynya tanggal 27 Januari hingga 15 Februari) seperti biasa akan ada acara untuk staff yang berulang tahun pada bulan sebelumnya hingga Outstanding Player baik staff maupun anak training. dan tidak lupa pula dalam acara itu diselingkan acara "Farewell Party" yang dimana buat anak training, perjuangan mereka sudah mencapai titik darah penghabisan. Dan hari kemarin, diriku salah  dari 3 anak training beruntung mendapatkan gelar Outstanding Player (Out; di luar Standing : berdiri, Player: Pemain. Jika digabung -> pemain yang berdiri diluar. diperlenceng jadi, karyawan teladan).  
  
Katanya diriku dapat 8 Mention dari tamu.

Top Scorer para Pl*****


Setelah melewati tantangan dan rintangan yang begitu dahsyat, akhirnya aku bisa menikmati satu piring Pizza Italia tersebut. Ternyata menjadi seorang pl***** gak jelek jelek amat. Setidaknya, semua yang kulakukan adalah untuk mengoreksi diriku agar bisa melakukan sesuatu untuk bisa lebih baik ke depannya. Setidaknya, semua rasa sakit yang kurasakan bisa terlupakan dengan apa yang ingin kudapatkan. Akhir perjuangan yang berbuah manis.



ALL ABOUT TRAINEE!


Maybe this our last day for together. But, this is not our separation. 
Because, we'll always together and meet again on the different flag!
 


 

Rabu, 26 Oktober 2016

Birthday Card

Assalamualaikum.

Sudah tiga bulan ini aku nggak buka blog ini soalnya, diriku ini lagi magang di pusat kota Batam, tepatnya di Hotel Harris Batam Center. Memang, waktunya sudah nggak terasa tinggal setengah semester lagi tepatnya hari terakhir magangku tanggal 27 Januari 2017. Sampai-sampai karena saking sibuknya magang, aku sampai lupa hari ulang tahunku sendiri. Malah HRD Hotel Harris yang ngasih aku ucapan selamat ulang tahun. Ini dia kartu ucapannya


Isinya :

Birthdays are a new start. Fresh beginnings, a time to start new endeavors with new goals. Move forward with a fresh confidence and courage.You are a special person, may you have an amazing today and years.


Harrisly Yours




M. Mufrani Mardiansyah
General Manager
Hotel Harris Batam Center

Bagi yang tidak tahu artinya, bisa dilihat terjemahannya di bawah layar kaca laptop anda masing-masing. hehehe..

Intinya, setiap umur kita bertambah, kita harus membuka lembaran baru dengan tujuan  atau target hidup selanjutnya. semakin umur kita bertambah, maka semakin berkurang waktu kita untuk hidup di dunia ini. Manfaatkan waktu singkat ini dengan sebaik-baiknya, dengan percaya diri dan keberanian yang tinggi agar kita bisa mencapai tujuan yang kita inginkan...

So, bagi yang ulang tahun hari ini, GANBATTE YA....

Jumat, 08 Juli 2016

Magang Lagi !!!

Assalamualaikum teman-teman blogger semua...

Mohon maaf, gue udah lama nggak lama nge-blog. Karena lagi sibuk shooting film.

Mumpung masih dalam suasana lebaran, gue mau mengucapkan "Minal Aidin Wal Faidzin". Mohon Maaf Lahir dan Batin. Sekarang gue mau ngasih kalian informasi terbaru. Mulai detik ini, gue bakal ganti nama panggilan diri. Dari Gue jadi AKU/SAYA. Iya. Karena menurut aku, kata AKU kedengarannya agak lebih sopan. dan nama panggilan untuk kalian akan diganti menjadi KAMU/KAU. Ya, Kau!! Kau yang di sana. Lagi Apa kau.. hehehe..! Kasar. Kayak orang Medan.

Oh ya ngomong-ngomong, yang dari teman-teman udah nonton film terbarunya si Raditya Dika belum? Iya, yang itu... Koala Kumal. Kalau aku sih masih belum nonton, karena menurut aku, aneh aja gitu. Dia nayangin filmnya pas lagi mau lebaran? Kenapa sih, si Radit nayangin filmnya pas lagi lebaran? Ya nggak? Aku tahu kok, Mas Radit nayangin filmnya di hari lebaran dengan tujuan untuk mengurangi angka kematian pemudik di Indonesia. Tapi itu bukan cara yang efektif. Nanggung. Kenapa nggak pas mau kiamat aja sekalian, kan? Hehehe...

Oh ya satu info lagi. Mungkin ke depannya aku agak jarang menulis. Karena, Insha Allah tanggal 18 Juli 2016, aku bakal berangkat ke Batam. Ngapain? Ya magang (magang lagi magang lagi). Padahal sebenarnya, aku sama teman-teman lagi ada kuliah semester pendek sampai akhir Juli. Eh, si HRD Hotel Harris Batam malah memohon sama kami sambil bawa sesajian buat cepat magang. Ini magang apa mau nyantet orang? Si Dosen pembimbing magang juga lagi usahain ke Dosen Mata Kuliah Umum supaya kuliahnya dipercepat.

Jadi, aku mohon atas kemakluman ini teman-teman.Ini adalah tuntunan kurikulum. Karena ini udah mumpung semester 7. Udah beres magang semester 7, masuk semester 8. Di semester 8 aku cuma tinggal mikir ngelarin skripsi buat wisuda. Setelah wisuda, masih ada lagi kehidupan selanjutnya yang bakal dilakukan. Nyari kerja? Mungkin. Tapi, aku berharap dengan sambil bekerja, aku juga bisa dengan barengan ngerjain Hobiku. Agar kehidupanku ini nggak terbunuh hanya dengan bekerja sampai pensiun. BENER NGGAK? HHEHEHEE....

#****#


 


 


 

Sabtu, 07 Mei 2016

Masih Belum Murtad Nge-blog

(Kangen banget rasanya pengen nge-blog lagi. Tapi apalah daya)

Assalamualaikum teman-teman blogger yang sedang berada di dunia nyata dan yang sedang menikmati dunia lain nyata. Terakhir kali gue posting kalau nggak salah tanggal 6 Maret 2015. Dan selama itu gue menghilang di telan bumi. Kalian pikir gue mati? nggak! Hanya tuhan yang tahu kapan gue mati.

Maaf sekali teman-teman blogger sekalian. Gue jadi sangat jarang nge-blog bahkan udah lebih dari 3 bulan. Kuliah di akhir-akhir semester ini benar-benar menguras tenaga, pikiran, dan juga mental. Meskipun begitu, gue sebagai mahasiswa mau nggak mau tetap harus menjalaninya (Siapa suruh jadi mahasiswa).

Nggak, gue nggak berniat murtad buat nge-blog. Meskipun kalian berpikir semua isi blog gue nggak ada yang penting, itu nggak bakalan mengubah keinginan gue untuk tetap nge-blog. karena nge-blog juga bagian dari hobi gue. Seperti yang gue bilang barusan, kuliah di akhir semester benar-benar menguras tenaga, pikiran, dan juga mental. 

Kalau untuk adik-adik mahasiswa junior mah, santai! masih sedang polos-polosnya bersama gank-gank kalian. Nanti kalau udah di penghujung jalan, baru kerasa kalau kalian bakal harus berpisah, karena faktanya setiap orang pasti punya jalan hidup yang berbeda meskipun ada kesamaan.

Sekarang sudah memasuki bulan Mei, tugas gue masih banyak yang numpuk. ada 1, 2, 3 bahkan 7 tugas kuliah numpuk dan gue nggak ngerti gimana cara ngerjainnya (Siapa suruh jadi mahasiswa). Belum lagi di akhir bulan ini gue bakal UAS di semester 6. Kalau ada satu mata kuliah aja yang nggak lulus, waktu gue bakal tersita satu semester. tersita satu semester itu sama diibaratkan anak sekolah yang tinggal kelas.

So, buat teman-teman ataupun para pembaca pikiran gue, gue minta doa restunya supaya diberi kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan semua perkuliahan ini. semoga menjadi sakinah mawaddah dan warrahmah. Loh, kok gue malah jadi lagi beres nikah gini ya? Mungkin ini efek samping karena terlalu happy menjadi seorang Jones. Oke, sampai ketemu di alam sana lain waktu.

Jumat, 19 Februari 2016

Kebaikan Adalah Bagian Dari Tanggung Jawab

Gue baru-baru ini sempat baca blognya Agus Mulyadi (Sebenarnya udah sering, sih) yang judulnya Citra Polisi Yang Shareable. berikut ilustrasi fotonya:


Lebih baik jujur saja, Kita pasti jarang melihat yang beginian di Medsos. Kita lebih sering melihat seseorang men-share foto atau video tentang tindakan tak terpuji yang dilakukan oleh polisi, sampai-sampai polisi tersebut di-bully di Media Sosial. Apakah itu emang etikanya atau hukum alam gue juga nggak tahu.

Ada satu hal yang harus diketahui. Dalam bekerja, polisi pasti mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP), dan membantu orang untuk menyeberang jalan sebagai salah satunya. Dan bagi polisi yang tidak menjalankan SOP, tidak menyadari bahwa hal itu mempunyai dampak buruk bagi dirinya, Tapi kita semua harus wajib tahu, bahwa bukan cuma polisi yang mempunyai SOP kerja, tapi juga berlaku untuk setiap jenis profesi. 

Jadi wajar jika jarang sekali kita melihat seseorang men-share kebaikan yang dilakukan oleh polisi, karena itu memang bagian dari SOP-nya. Tapi tidak menutup kemungkinan apabila suatu waktu seseorang men-share kebaikan luar biasa seorang polisi yang nyaris mati karena menolong sandera dari teroris atau mendorong mobil remote kontrol anak kecil yang mendadak mati kehabisan baterai.

Tapi ada satu hal yang perlu dipahami. Kebaikan tidak akan selalu diingat oleh setiap orang, tapi keburukan akan selalu diingat oleh setiap orang. Hanya Tuhanlah yang selalu mengingat setiap kebaikan dan keburukan yang kita lakukan. Jadi mulai sekarang ubahlah pola pikir kita bahwa kebaikan adalah bagian dari tanggung jawab, bukan semata-mata karena SOP.  

****

Minggu, 14 Februari 2016

No Valentine Day Everywhere

Kalau udah masuk bulan Februari, setiap kaum muda (terutama Jones) pasti selalu ingat dengan yang namanya valentine. di sana valentine, di sini valentine, dan di situ valentine. Valentine, valentine dan valentine. Valentine everywhere.

Meski kebanyakan kaum muda tahu betul dengan valentine, belum tentu semuanya yang merayakan valentine. Ada sebagian kaum muda yang tidak merayakan valentine, itupun dengan beragam jenis alasan, ada yang mungkin karena jomblo, dan ada juga yang memang anti dengan valentine (dan itupun pasti bakal diketawain sama orang yang berpacaran kalau dia nggak merayakan valentine memang karena kejonesannya).

Setiap memasuki Februari, semua orang heboh dengan valentine. Bagi yang muslim, ada yang senang dengan datangnya valentine dan ada juga yang anti valentine sampai-sampai bikin hastag-nya #SorryI'mmuslim, seolah-olah mereka yang bikin begituan, mereka benar-benar taqwa pada agamanya. Padahal kalau mereka itu "Anti, cukup anti aja. Nggak usah dibikin hastag-nya, ngapain?

Gue sebagai joker (baca:jomblo keren) juga tak peduli dengan valentine. Gue nggak ikut-ikutan bilang "No valentine, anti valentine, atau apalah" karena, gue punya banyak sekali teman di Facebook dan sebagian mereka ada yang non muslim. Gue nggak mau dipandang dengan jelek oleh mereka. Tak usah ikut campur. Cukup diam saja.

Katanya, valentine itu "hari kasih sayang". Dimana seseorang memberi coklat (kalau nggak ada modal, biasanya dia ngasih tahi kucing) pada kekasihnya. Padahal, kasih sayang itu bisa kepada siapa saja (orang tua, saudara, teman, dan lain-lain) dan kapan saja. Dengan menunjukkan i'tikad baik kita kepada mereka artinya kita sudah menyayangi mereka. Tidak harus dengan valentine.

Beberapa hari yang lalu, beberapa mahasiswa di kampus gue membuat sebuah slogan yang bertuliskan "No Valentine Day" tulisan itu berada di bagian atas, di bagian bawah sengaja dikosongkan untuk mahasiswa yang berpartisipasi menandatanganinya.

Salah seorang teman gue ikut berpartisipasi, setelah dia menandatangani, dia mendapatkan sebuah stiker yang sempat gue baca "Sorry!!" Hadist Nabi Muhammad SAW :“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”

Setelah gue baca, hati gue langsung to the jleb. Gue sujud syukur selama hidup, gue nggak terlalu mengikuti kebanyakan orang lakukan. Ternyata, menjadi jomblo keren kerempeng bukanlah hal yang buruk. Tuhan memang Maha Pengingat.


***_***

Selasa, 02 Februari 2016

Sendal Indomaret Kesayanganku

Waktu itu, gue sempat membaca blog Agus Mulyadi tentang sempak Indomaretnya. Seolah-olah dia sangat percaya akan celana dalam buatan Indomaret. Sama halnya dengan gue. Tapi, dalam kasus ini beda cerita. Itu dikarenakan gue nggak terlalu paham soal kenyamanan celana dalam. Di cerita ini, gue mau kasih satu produk Indomaret yang sangat gue favoritkan.

Jadi ingat kenangan 1 tahun yang lalu

Gue jadi ingat pas pertama kali magang ke Bandung, gue pergi dengan semua barang bawaan tanpa ingat membawa sendal dari rumah. Setiap ada yang keluar dari kamar kos-kosan, mereka selalu memakai sendal masing-masing.

Karena gue baru pertama kali jadi anak kos-kosan, gue nggak mungkin main ambil barang orang begitu saja setiap keluar masuk ruangan. Supaya lebih afdhal, gue memutuskan untuk beli sendal sendiri.

Waktu itu adalah kali keduanya gue ke Bandung. Dan territorinya sangat asing buat gue. Gue minta tolong sama Asrofil, teman satu kos gue yang juga dari Padang nemenin gue buat beli sendal. Dia memberikan rekomendasi yang bagus untuk membeli sepasang sendal.

Salah satu kas greeter Indomaret setiap ada orang yang ingin berbelanja di sana adalah selalu mengucapkan "Selamat datang di Indomaret, selamat belanja" meskipun dia kebelet boker sekalipun.

Satu hal yang harus kalian ketahui, di Padang tidak ada toko Indomaret. Jangankan indomaret, Indoapril sampai Indodesember Alfamart saja nggak ada.

Gue sama Asrofil muter-muter cari sendal, sampai pada akhirnya, gue menemukan beberapa pasang sendal yang digantung dan dibungkus dengan plastik. Gue nggak sempat ngecek nomor ukurannya, gue pergi ke kasir, langsung bayar, dan balik pulang.

gue selalu memakai sendal itu kemana-mana. Karena rasanya yang nyaman, gue merasakan adanya kontak batin antara gue dan si sendal Indomaret. Setiap kali pergi gue pasti pakai nih sendal. Hari demi hari gue jalani bersama. Sampai-sampai pas gue balik ke Padang, gue bawa sendal bedebah ini. Gue simpan di dalam tas dan tak lupa sebelum gue masukin, gue gembok dulu deh sendal ini supaya dia nggak menggeliat ke sana kemari di dalam tas.

Satu hal yang paling bisa ditonjolkan pada sendal indomaret ini adalah, gue bisa memperlihatkan barang langka ini kepada semua penduduk di kota Padang (bukan mau sombong, cuma ingin bikin orang sirik saja) karena di sendal ini dipampang logo Indomaret. Saking langkanya, semua anggota keluarga gue berebutan makai sendal langka ini kemana-mana. Untungnya nggak dijadiin sarung tangan futsal nih sendal sama adik laki-laki gue. Semoga gue ditakdirkan sehidup semati sama sendal ini.


****

Selasa, 26 Januari 2016

The Kampret Laundry


Pagi-pagi hari senin, gue buru-buru ke rumah adisha, teman satu kampus buat minta tolong buat bawa laundry-an ke kampus. Pas gue nyampe di pagar rumahnya, gue manggil dia.

"Adi"

hening. Tak ada jawaban

"Adi"

 "Ica, teman kamu manggil tuh!" teriak orang dari dalam rumah.

Ica? Gue ketawa sambil garuk-garuk kepala.

Gue jadi kebayang pas waktu lagi di kampus. Gue ada di ruang hima manggil dia berulang kali. Tapi, dia nggak nyahut-nyahut. Entah budek atau telinganya lagi penuh ingus tiba-tiba Senior gue, bang Prima manggilin dia.
"Ica"

"Apa, bang?"

Gue terbelalak. Kok dia nyahut ya?

"Zaky manggil kamu". kemudian bang Prima melanjutkan, "Tuh zaky. kalau kamu panggil Adi, dia nggak nyahut. Tapi kalau Ica, dia bakal cepat respon karena orang rumahnya manggil dia kayak gitu.

Jauh banget melencengnya. Dari Adi sampai ke Ica. Gue berpikir jangan-jangan dia dulu sering mangkal di lampu merah perempatan Taman Melati tiap jam 10 malam!? Ah, itu tak mungkin. Dia lebih cocok jadi lampu jalan ketimbang jadi banci di lampu merah. 

Adi membuka pintu dan keluar dengan rambut yang acak-acakan. Gue merasakan bau aroma yang tak sedap dari tubuhnya. Kayak bau ikan asin.

"Adi, gue mau minta tolong, boleh nggak?" gue menutup hidung

"Ngapain?"

"Gue mau nganterin linen yang dilaundry ke kampus, bisa nggak? Ada dua kantong. Gede-gede soalnya".

"Bisa, Ayo, langsung berangkat aja".

"Lo nggak mandi dulu? lo kan belum mandi" gue menghindar dari tubuhnya yang dikerubungi lalat.

"Udahlah, nggak apa-apa. Gue tadi sudah beres cuci muka".

"Ya, okelah kalau begitu". kata gue terpaksa. Sambil berharap motor gue gak ikutan pingsan dengan bau bangkai mayat hidup ini.

Pas berada dalam perjalanan ke laundry, Adi curhat sama gue.
"Ky, gue sudah trauma kuliah sama buk Silfeni"

"Trauma kenapa?"

"Soalnya, liburan kuliah gue tersita gara-gara acara table manner ini".

"Itu aja trauma. Si Putra yang udah 1,5 tahun nggak balik-balik ke Majene nggak pernah sepatah katapun bilang trauma". Kata gue dalam hati.

Teman gue yang satu ini reaksinya selalu berlebihan. Di antara 110 orang mahasiswa perhotelan, cuma satu makhluk ini yang mengalami tekanan mental. Padahal tuh acara table manner dibikin buat melengkapi materi kuliah yang tertinggal dan nambah nilai. Apanya yang harus ditrauma-in, coba. Kecuali tuh dosen kalau suruh lo minum kuah soto, tapi pakai garpu. Itu wajar lo trauma. 

"Tapi, pas semester 6 besok MK Food Fusion sama beliau loh. sama Pak Heru juga kalau nggak salah." lanjut gue.

"Ya, gue tahu". Kata dia sekenanya. Gue yakin dia pasti juga nggak tahu tuh artinya Food Fusion.

Setelah menjemput linen-linen dari laundry, kami sampai di depan teras fakultas. Adi memarkirkan motor gue di parkiran. Pas gue lagi nganter dua plastik besar linen ke jurusan boga, gue ketemu sama teknisi boga yang biasa dipanggil buk gadis. Buk gadis adalah seorang teknisi yang sudah menikah dan cukup tua, tapi dia tetap masih gadis. Segitu terjaganya keperawanan dia ya.

Gue sama Buk Gadis pergi ke ruang praktek boga buat mengecek linen untuk memastikan semua jumlahnya sudah pas. Ketika lagi kerja, buk Gadis tanya

"Kamu ngelaundry-nya dimana?"

"Use Laundry, dekat SMA Pertiwi 1"

"Kok kamu ngelaundrynya jauh-jauh, sih? Padahal ada kak Ade loh. Kenapa nggak sama dia aja?"

"Oh, iiiye. Maaf buk. Saya lupa. Nggak ada yang ngingatin soalnya".

"Iya. Padahal kemarin kamu kan ngelaundry table cloth sama kak Ade".

"Iya, ya! Kok saya bisa lupa ya. Padahal pas mau nganterin nih laundry, ada Asrofil juga. Asrofil-nya juga nggak ngingatin saya, buk".

"Padahal kalau ditinggal sama kak Ade kan enak. Kamu nggak perlu repot-repot nyita libur kuliah!"

"Iya buk. Benar juga".

Buk Gadis mengecek laundryan. "Liat nih. Orang ngelaundrynya aja nggak beres. lipatannya asal-asalan lagi".
  
"Wah, kampret tuh laundry". Padahal pas ngelaundry napkin di sana juga nggak apa-apa. Kata gue dalam hati.

"Lho, kok masih ada yang lembab? Buk gadis komplen.

Gue membuka semua laundryan yang sudah dicuci. Gue pisah semua cuciannya untuk yang punya boga sama perhotelan. gue pastikan semua linennya. Dan rata-rata lembab semua. Terutama yang punya boga.

Satu napkin berwarna putih punya Pak Yono yang ada lambang burung kutilang garuda juga ada yang lembab. Gue kesal. Gue masih ingat kata salah seorang teman gue, "kalau mau ngelaundry, laundrynya dekat SMA Pertiwi 1 itu aja. bagus dan bersih". BERSIH NENEK MOYANG LU!! Teriak gue dalam hati. Gue ketipu kali ini.

Setelah beres memilah laundryan, gue pergi ke ruang prodi untuk ketemu kak Siti, salah seorang teknisi perhotelan. Pertama, dia mengecek dan menghitung semua kain skirting. Nggak ada masalah. Dan jumlahnya juga pas. lalu, ketika dia mengecek dan menghitung semua napkin yang berwarna putih, saat itulah hal yang tak diinginkan terjadi lagi.

"Lho, kok ini napkinnya kotor? Ini beneran sudah dilaundry?" Kak Siti Komplen

"Sudah kak".

"Kamu ngelaundrynya dimana?"

"Use Laundry, kak. dekat SMA Pertiwi 1".

"Tapi kok masih kotor gini". Dia membuka satu per satu napkin. "Nih liat, masih ada bekas-bekas hitamnya". Duuh, gimana sih? Komplennya makin menjadi-jadi.

DASAR LAUNDRY KAMPRET. TERKUTUK KAU!! Gue kesal.

"Gak beres nih orang ngelaundrynya. Padahal ini masih baru semua loh. Tapi masih aja kotor kayak gini. Harus kakak bilangin ke Pak Yono, nih.

Pas dia bilang kayak begitu. Gue mulai berniat mau membawa semua napkin putihnya ke rumah, terus gue warnai semua noda pakai spidol atau pensil berwarna putih. Tapi gue urungkan niat itu. Gue cuma bisa berdoa :
Ya Allah. Seandainya ada doraemon di dunia nyata, gue ingin pergi ke masa lalu dan pergi ke tempat Kak Ade untuk mencuci napkin ini lagi. Sekalian juga gue bakar tuh the kampret laundry agar tak mengotori seluruh pakaian yang ada di dunia ini.

PESAN TERSIRAT 1: 

Tidak semua yang dikatakan baik oleh orang itu baik buat kita. Lakukan perbandingan dan bergeraklah menurut nalurimu. Ini juga berlaku untuk laundry kiloan. Jika cucian yang kalian laundry di sana malah memperburuk pakaian kalian, pergi lagi ke sana dan bilang ke penjaga laundrynya "Mas, kayaknya semua karyawannya harus dilaundry dulu, deh". Ini diperlukan supaya tidak terjadi kesalahan yang sama.

Selama 10 menit gue berdiri diam mematung dan mendengar celotehan dia. Sampai-sampai Pak Yono, dosen pembimbing akademik gue lewat di depan pintu prodi.


"Pak yono, ke sini deh sebentar". Kata kak siti. "Liat nih, pak. Nih, si zaky ngelaundry napkin bapak, tapi kotor semua".


"Lho? kok gitu? Tanya dia dengan suara yang agak keibuan.

"Coba liat, nih Pak. Masih ada nodanya. Nih, coklat-coklat. Kayak habis dipakai untuk ngelap e'ek sama orang laundryannya!"

"Iiiih. Kok bisa sih?" Pak Yono menghentakkan kedua kakinya. Emang, Dia agak KW gitu. "Kamu ngelaundrynya dimana?" Tanya dia

"Di use laundry, pak!"

"Nggak mau bapak yang kayak gini. Bapak gak terima, do!" Bahasa indonesia minang (Indomi)nya keluar.

"Ya, pak. Saya tahu. Nanti dilaundry ulang lagi". Jawab gue lemas. Terimakasih laundry kampret. Lo telah berhasil mempermalukan gue di depan dosen PA sendiri.

Setelah gue beres berkemas dengan napkin, gue pergi ke ruang busana untuk temui kak Ade buat minta dilaundry lagi. Keluar lagi uang jajan gue.

PESAN TERSIRAT 2: 

Terkadang, seorang ahli sekalipun tidak selalu bisa melakukan suatu hal dengan benar, meski hal itu sudah ditekuninya selama bertahun-tahun. Itulah manusia. Manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan. Dan manusia takkan pernah bisa menjadi yang sempurna. Meskipun kita adalah yang terbaik diantara yang terbaik, tidak menutup kemungkinan kita bisa melakukan suatu kesalahan. 

Begitu juga dengan pasangan. Meski menurut kita dia adalah yang terbaik buat kita, dia bisa saja melakukan kesalahan yang justru tidak kita inginkan. Tapi ada satu hal yang harus diketahui. Jika kita mendapatkan seorang pasangan yang tidak sesuai dengan yang kita butuhkan, bisa jadi dia adalah orang yang lebih dari yang kita butuhkan.

Senin, 18 Januari 2016

Bona, Kucing Gue Yang Paling Bodoh!!

Kalau bicara soal binatang, gue suka banget sama yang namanya kucing. Selain menjadi binatang favorit nabi Muhammad, bagi gue kucing merupakan binatang yang paling imut di dunia. Emang. Gue biasanya suka sama yang imut-imut. Sejelek-jelek apapun wajah kucing itu, kalau udah ngelihat dia, pasti gue elus-elus. Gue berpikiran untuk memelihara semua jenis kucing yang ada di dunia ini. 

Tapi itu tidak mungkin, mengurus dua ekor kucing aja sudah kerepotan. Belum lagi mempelajari jenis-jenis kucing yang ada di dunia ini, cara memelihara kucing yang baik dan benar, serta hal-hal yang harus dihindari agar tidak timbul suatu hal yang bersifat ketidakprikucingan.

Gue sudah 10 tahun lebih memelihara kucing di rumah. Semua tetangga komplek juga tahu. Sampai-sampai kalau ada kucing yang beranak di rumah mereka. Anak kucingnya pasti dibuang ke rumah gue.

Ini apa maksudnya coba? Lo kalau misalkan mau buang kucing, sekalian aja lo buang sama induknya. Anak kucing itu sama seperti bayi manusia. Dia membutuhkan asupan gizi dari orang tuanya untuk bisa hidup lebih sehat. Atau paling tidak, kalau lo mau buang tuh kucing, lo tungguin dulu anak kucing itu sampai dewasa terus lo buang terpisah sama induknya juga nggak apa-apa. Karena dia udah bisa cari makan sendiri.

Meski gue udah memelihara kucing selama 10 tahun lebih, baru sekali ini dalam siklus kehidupan gue melihara kucing yang paling bodoh di dunia ini. Sebut saja namanya Bona. Bona adalah kucing betina yang tiap bentar ngelahirin anak. Dan itu nggak pernah terurus. Setiap dia punya anak, anaknya mati semua karena dijinjing kesana kemari. atau paling tidak hanya satu yang bertahan hidup. Dan itu pun yang jelek pula.

Selama sejarah siklus hidupnya menjadi seekor kucing. Ini adalah fakta kebodohan yang paling mengejutkan yang pernah dilakukan Bona di dunia perkucingan. Beberapa hari yang lalu, dia melakukan tindakan kekerasan pada anak kandungnya sendiri yaitu, dengan cara mengurung anak kandungnya di atas atap rumah tetangga di lantai dua.

Nih anaknya. Similikiti..

Benar. Ini beneran terjadi. Apa yang telah dilakukan si Bona benar-benar sudah ketidakprikucingan. Waktu itu, gue baru saja pulang dari kampus. Badan gue cukup lelah karena gue ditunjuk untuk menjadi Asisten Banquet Manajer untuk acara Table Manner di kampus. Gue buru-buru ngurus semua persiapan untuk besok paginya.

Gue dikasih tahu sama Nyokap kalau si Bona, nyangkutin anaknya di rumah tetangga di lantai dua. Awalnya nggak percaya. Pas gue lihat, BENER! Gue kaget. Kok bisa ya? Jangan-jangan dia nyangkutin anaknya ke lantai dua sambil naik punggung naga Indosiar.

Dia mengeong-ngeong selama lebih dari dua jam. Dan itu membuat gue jadi nggak tega. Gue nggak habis pikir. Sebegitu awasnya si Bona sama anak kandungnya sendiri supaya nggak diintai sama suaminya yang biadab itu. Ya Allah bona, Ibu kandung macam apa kau ini?

Nyokap meminta gue untuk turunin tuh anak kucing. Gue mencari cara untuk menurunkannya. Gue coba ngambil dia pake kayu. Terus gue panggil-panggil. "Puus, puus". Dia nyahut panggilan gue. Dia coba ambil ancang-ancang buat turun. Tapi gak jadi-jadi. Daerah loncatannya terlalu tinggi buat anak kucing seperti dia. Ditambah lagi kayunya juga nggak nyampe.

Selama 10 menit gue ngelakuin hal yang sama. Tiba-tiba, si Bona datang dari balik pintu. Dia mengeong-ngeong.

"Apa lo ngeong-ngeong ama gue?"

"Ngeong-ngeong"

"Tegaan amat si lo jadi Ibu. Liat tuh, anak lo. Udah nangis-nangis di atap. Logika kucing lo dimana? Pake dong logika kucingnya". Gue jadi gila sendiri gara-gara ini.

20 menit berikutnya gue melakukan hal yang sama yang sudah pasti nggak membuahkan hasil. Dan akhirnya, si Bona pergi ke atap rumah tetangga nyamperin anaknya.

Keesokan harinya, gue ngelihat si Bona lagi tidur di atas sofa. Tapi kali ini dia tidurnya tidak sendiri. Sekarang dia sudah bersama anaknya. Gue jadi lega.

Terkadang begitulah kehidupan. Binatang sendiri bisa menjadikan diri mereka sebagai contoh buat manusia. Meskipun si Bona melakukan hal yang sudah melewati batas kewajaran. Dia tetap merasa berdosa karena telah memasung anaknya sendiri. Meskipun itu dia lakukan semata-mata untuk melindungi anak kandungnya.

Seharusnya ini jadi pembelajaran buat manusia. Kita juga harus bisa gentleman dan mengakui bahwa jika kita melakukan kesalahan yang fatal, kita harus bertanggung jawab dan memperbaiki semuanya. Ini juga bisa menjadi contoh buat para cewek yang bakal jadi calon ibu. Setiap ibu pasti selalu ingin melindungi darah dagingnya. Tapi ada satu hal yang harus diingat. Kalau melindungi, jangan terlalu Overprotect. Berikanlah dia kebebasan yang bersifat melindungi.

Jumat, 01 Januari 2016

Tragedi Akhir Tahun 2015

Jujur. Ini baru pertama kalinya gue keluar malam pas mau menyambut tahun baru. Karena gue ngerasa suntuk dan kesal di rumah. Ya, ini mnyebalkan. akhir tahun yang gue rasakan di tahun 2015 ini justru menjadi tragedi buat gue dan nyokap.

Kejadiannya begini :

Hari kamis, 31 Desember 2015. Gue berniat mau berangkat ke kampus untuk ngebon peralatan seperti kursi, skirting, karpet dan benda-benda lain yang dianggap tidak perlu untuk keperluan acara Table Manner di kampus gue. Gue nggak bawa apa-apa kecuali tas dan dokumen-dokumen yang tidak penting di dalamnya (lo cari tahu aja sendiri)

Sebelum gue berangkat ke kampus, gue ingat pesan nyokap. beliau bilang "kunci rumah tolong di taruh di bawah teras rumah supaya pas pulang ke pasar bisa mama ambil". Karena beliau yang bilang begitu ya udah, kan... Gue taruh aja.

Gue berangkat ke kampus jam 09:45 dengan motor beat yang baru dibeliin orang tua gue pas bulan September. Sesampe di kampus, keadaan sepi. Hanya beberapa Mahasiswa dan Dosen yang ada di sana untuk mengurus keperluan-keperluan mereka.

Bosan menunggu teknisi, gue pun keluar sejenak dan berdiri di teras Fakultas. Baru saja keluar gue langsung ketemu sama teman-teman gue yang aktivis Mahasiswa BEM untuk meng-interview calon pengurus BEM di ruang ER8 (Ya. mereka meng-interviewnya aneh-aneh. Mereka nanya hal-hal tidak penting seperti ukuran celana dalam mereka, nama kepanjangan Ayah gue, sampai orang indonesia pertama yang terbang ke bulan. Jangankan ke bulan. Naik roket aja orang Indonesia nggak pernah.)

Baru satu jam gue di kampus. Gue ditelepon nyokap. 

Beliau nanya "Kamu ya yang bawa laptop mama" 

Gue bilang dalam hati "untuk apa gue bawa laptopnya? gue sendiri kan udah punya laptop. ngapain gue bawa laptop orang coba"

"Nggak ada, Ma!" jawab gue

nyokap marah-marah sama gue karena laptop yang ditaruh di atas meja depan TV udah nggak ada. Padahal, sebelum berangkat ke kampus gue masih ngeliat laptop itu di atas meja. Karena kesal, nyokap nyuruh gue untuk pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, beliau nanyain hal yang sama lagi. "Kamu ya yang bawa laptop mama? 

gue jawab "Nggak ada, ma!

"Tadi mama naruh laptop di sini. di atas meja".

"Tadi aku juga liat laptop mama di atas meja pas mau berangkat".

"Terus kenapa bisa hilang? kok cuma tinggal charger doank?" nyokap mulai kesel

Perasaan gue tiba-tiba nggak enak. "Jangan-jangan, laptop di kamar gue juga hilang!"

Gue buru-buru lari ke kamar. Pas gue lihat. ternyata beneran hilang. "ANJING. LAPTOP GUE KEMALINGAN". cuma charger aja yang terbujur di lantai sama sarung laptop di atas kasur. 

Perasaan pas keluar rumah gue nggak ngeliat siapa-siapa di sana. Nih si maling pasti udah nandain taruh kuncinya. Tidak cukup satu jam dia masuk ke rumah gue dengan kunci yang gue taruh di teras bawah untuk ngambil semua laptop yang ada di rumah gue dengan terburu-buru tanpa bawa chargernya. 

BRENGSEK. Mana tuh dalam laptop ada bokepnya tugas skripsi gue yang belum kelar. kalau gue nggak nyerahin tugas skripsi gue ke dosen, mata kuliah Metodologi Penelitian gue gagal. Dan gue juga nggak bisa ngambil mata kuliah Studi Usaha Akomodasi. Ngulang mata kuliah yang sama di semester depan sama aja kayak anak sekolah yang tinggal kelas.

Belum lagi nyokap gue. Semua bahan mengajar buat nyari uang ada di sana semua. Nyesel gue. mendingan gue telan aja tuh kunci biar si maling nggak bisa ngambil laptop di rumah.

Setelah kejadian itu, gue langsung curhat sama teman gue si Edri dan Putra kalau gue barusan baru kemalingan di rumah. Mereka turut prihatin dan mengucapkan belangsukawa sedalam-dalamnya atas hilangnya sebuah laptop disertai karangan bunga. Dikira laptop gue meninggal apa.

Batin gue masih belum tenang. Gue juga sempat curhat sama teman gue yang lain. Seorang teman yang jualan Ayam Ka ef ci pinggir jalan depan CV. Al-Fitrah, Bang Toni. 

Dia nanya, "kalau dua laptop yang diambil, kira-kira berapa tuh kerugiannya, ky?"

"10 juta bang"

"Terus gimana? udah lapor polisi belum?"

"Belum"

Sampai jam 21:00 WIB gue nongkrong nemenin Bang Toni jualan dan ngantarin dia pulang ke Tunggul Hitam. Sekarang, gue harus ngulang tugas skripsi gue yang belum sempat gue pindahin ke flashdisk dari awal.

Nggak cukup sampai di situ. Gue sempat teleponan sama teman lama yang dulunya anggota band gue, "Rahmat". Gue juga curhat soal laptop gue yang hilang pada hari itu sampai jam 00:00. Terkadang apa yang kita rencanakan nggak selalu sesuai dengan harapan. Target gue pas satu minggu terakhir udah harus kelar. Supaya gue bisa fokus buat acara Table Manner. Tapi semua berubah semenjak Maling songong itu nggak minta izin sama gue.

Jadi, gue punya saran buat para komunitas maling songong di seluruh Indonesia. Kalau kalian mau maling, malinglah yang sopan. Sebelum maling, ajukan proposal kepada rumah orang yang anda maling  dan sertakan surat kuasa malingnya. Kalau ditanya polisi kan gampang. Kalian tinggal bilang "Ini udah legal pak malingnya". Proposal dan surat kuasa malingnya harus sudah ditandatangani sama orangnya beserta sidik jarinya.

Minggu, 27 Desember 2015

Kebodohan Masa Lampau Yang Disadari Pada Masa Dewasa

Beberapa waktu yang lalu, gue menonton sebuah stand up comedy di youtube Kompas TV oleh Ryan Adriandhy. Ada satu Quotesnya yang membekas di kepala gue (sesuai ingatan) : 

SEMAKIN MAJU SEBUAH TEKNOLOGI, SEMAKIN KRITIS JUGA CARA BERPIKIR SEORANG ANAK KECIL. DAN SEMAKIN SUSAH JUGA ANAK ZAMAN SEKARANG DIBUJUK BIAR MAU SUNAT. SEDANGKAN PADA ZAMAN GUE ANAK KECIL BISA DIBUJUK SUNAT HANYA DIJANJIKAN DIBELIKAN SEBUAH MAINAN. APAKAH HARGA DIRI LO SEBAGAI SEORANG LELAKI SEMURAH ITU?

Setelah gue tonton tuh stand up, gue jadi sadar. Kenapa gue harus tersinggung dengan ejekan semua teman gue ketika mereka duduk di kelas 5 SD udah pada sunat semua? Sampai-sampai gue sendiri yg minta sama nyokap gue buat disunat dan dibohongin mulu. Dan akhirnya pas kelas 6 SD gue baru disunat. Dan yang lebih bodohnya lagi, gue iri dengan mereka yang udah sunat, dengan bangganya menjual harga diri mereka semurah itu dan memamerkannya ke gue. Mereka juga dengan bangga merayakan dimana mereka telah kehilangan kulit itu.. Hahahaha.. KAMPRET

Kamis, 12 November 2015

ISIS dan Merah Putih

Sudah hampir 5 bulan berlalu. Gue jadi kangen masa-masa pas lagi magang di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung. Gue coba mengotak-ngatik foto-foto kenangan gue selama magang di sana. Dan ternyata, secara nggak sengaja gue nemuin foto yang satu ini.


Gue ngambil foto ini sekitar bulan Juni. Gue nggak ingat sih nama daerahnya dan nama jalannya. Yang jelas, gue nemuin ini pas baru keluar di sebuah persimpangan Gang Cilimus dekat kampus Universitas Pendidikan Indonesia. Kalau orang yang tinggalnya dekat terminal ledeng pasti tahu.

Sekali gue lihat nih spanduk, batin gue kayak muncul adanya rasa bercampur. Muak, tapi prihatin, sekaligus tertarik (tertarik ngambil fotonya). Ada-ada aja yang mainin perasaan gue di bulan Ramadhan. Sebegitu parahnya kah kontroversi yang ditimbulkan oleh ISIS sampai merasuki akar-akar Indonesia? Sampai-sampai mereka membuatnya pake bendera merah putih begitu.

Gue akui orang yang masang spanduk kayak gini, mereka sangat berani menyampaikan aspirasi terutama, atas suatu hal yang menurut mereka bertentangan dengan ajaran Islam kepada masyarakat luas. Yah, bisa dikatakan cukup frontal. Dalam artian, mereka nggak segan-segan mengkritik secara terang-terangan.

Gue teringat pas masih duduk di bangku SMK dulu. Waktu itu di salah satu kaca gedung sekolah gue, tertempel sebuah poster yang bertuliskan "HANYA MONYET YANG BUANG SAMPAH DI SINI". Gue jadi prihatin.

Tapi ada bedanya loh. Bedanya apa? 

Bedanya gini. Bagi orang yang bikin spanduk yang kayak foto diatas, artinya mereka berniat bahwa mereka ingin meluruskan suatu hal dengan hal yang seharusnya terjadi. Tapi, kalau buat orang yang bikin "HANYA MONYET YANG BUANG SAMPAH DI SINI", Orang-orang beranggapan kalau si Pembuat spanduk nggak punya otak dan nggak beretika. Dengan kata lain, dia nggak pernah sekolah.

Aduuuuh..... My Country, My Country...

Yah, mau gimana lagi. Disaat bujukan halus sudah nggak mempan, maka kalimat sindiranlah yang bakal terlontar. Semoga ISIS tak merajalela di Bumi Pertiwi ini.

Selasa, 10 November 2015

Rizky Kinos, kecemplung di Radio Yang Membawa Sukses

Gue     : Baik, nama saya Zaky Al-Ikhsan Budiman
Rizky   : Siapa?
Gue     : Zaky.
Rizky   : Nanya?
          Penonton ketawa.
          Gue gondok.
        Setelah gue ngelempar kursi yang gue panjat buat nunjuk tangan tinggi-tinggi, Gue langsung melontarkan pertanyaan aneh gue. Simpel : Bagi Mas Rizky Kinos sendiri yang kecemplung dalam dunia radio, apa mas Rizky sendiri nggak takut tenggelam?
          Seingat gue dia ngejawab kayak gini “Pas gue kecemplung dalam dunia radio kemungkinannya ada dua, tenggelam atau berenang. Kenyataannya gue bisa berenang. Sama kayak lo lagi nembak cewek. Kalau lo takut nembak cewek, itu udah pasti lo beranggapan kalau lo bakal ditolak. Tapi kalau lo berani, pasti bakal lo lakuin dan lo bakal berpikir kemungkinannya ada dua. Diterima atau ditolak”.
           Gue teringat masa-masa pas gue sering jatuh cinta ama cewek. Ujung-ujungnya gue pasti takut buat nembak. Bukannya takut ditolak. Tapi gue takut masuk penjara karena udah gue tembak tuh cewek. Kalau si cewek mampus, gue udah pasti bakal jadi tersangka.

Ya, nice to meet you too!
Puas lo udah bikin gue gondok di depan penonton!!

          Pas gue ngehadirin acara seminar talkshow di Hotel Basko kemarin, ada satu perkataan Rizky Kinos yang masih membekas dalam ingatan gue “Pembullyan itu takkan pernah berhenti”.
        Ya. Gue sangat setuju. Jangankan untuk penyiar profesional kayak Rizky Kinos, untuk orang nomor satu di Indonesia kayak Presiden pun juga sering dibully. Orang bijak bilang kayak gini “disipilin adalah kunci sukses”. Tapi kalau menurut gue, disiplin aja nggak cukup buat sukses kalau mental kita juga nggak kuat. Meski jutaan manusia yang ada di muka bumi ini jenisnya cuma ada jantan, abu-abu dan betina, mereka semua juga punya berbagai macam karakter yang suatu saat bakal siap membuat kita mundur kapanpun.
         Gue udah hidup selama 20 tahun lebih dan udah makan asam lambung kehidupan ini. Dan gue juga udah sering ngalamin hal yang namanya Bully. Di sana bully, di sini bully, dimana-mana bully, salah sedikit pasti langsung dibully. Orang yang sering nge-bully itu orang udah ngerasa paling sempurna. Diibaratkan seperti seseorang yang ditelan oleh kesombongannya sendiri. Cuma orang yang sering dibully yang tahu kalau yang sempurna itu cuma milik Allah, dan Andra & The Backbone.
           Bully bagi gue merupakan sebuah tantangan dalam hidup. Dalam artian bully adalah tantangan hidup terberat yang siap membuat kita jatuh kapanpun. Meski seseorang berada pada puncak yang tertinggi, yang namanya bully pasti bakal tetap ada. Sama seperti pohon. “Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin kencang angin yang menerpa dan semakin gamang pula untuk monyet memanjatnya.
            Ada satu hal menarik yang gue pelajari dari seorang Rizky Kinos. Saat dia kecemplung masuk dunia radio, hal itu yang justru membuat dia jadi orang sukses. Saat semua orang sedang berkompetisi, dia justru menjalani dengan apa adanya dan sepenuh hati. “Do what you love Or love what you do” selalu dia terapkan dalam kehidupan sampai karirnya jadi sukses seperti sekarang. Walau karirnya menanjak, dia tetap dibully. Tapi dia mengabaikan dan terus berkarya. So, buat teman-teman semua yang ingin sukses. Jangan pernah menyerah dan terus berkarya.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Organisasi Akatsuki Mendarat Di Indonesia


Sudah hampir satu tahun serial komik Naruto tamat. Dan gue masih nggak pernah bosan untuk selalu nonton kelanjutan filmnya. Inti dari semua serial komik naruto yang terus gue baca sebanyak 70 buku adalah "JANGAN PERNAH MENYERAH". Setiap detik kelanjutan ceritanya selalu dinanti-nanti oeh para penggemar Naruto di seluruh dunia. 

Naruto lahir tanpa memiliki orang tua dan saudara serta dibenci oleh seluruh penduduk desa. Dengan modal otak super bodohnya dan juga semangat yang tinggi, dia pun sukses menjadi seorang hokage di desanya. 

Naruto telah berhasil menginspirasi banyak orang terutama para penggemar setianya "termasuk gue yang udah ngefans sama naruto sebelum komik Naruto dirilis" (maklum, gue punya tujuh panca indera). Naruto merupakan orang yang mempunyai kekuatan untuk mengubah seseorang dari jahat menjadi baik.

 Naruto Uzumaki, Dilantik Menjadi 
Hokage Ketujuh Di Desa Konohagakure

Meski ceritanya sudah tamat, musuh bebuyutan Naruto masih tetap berkeliaran. Dan yang paling anehnya gan, musuh Naruto itu sekarang berada di Indonesia, siapa lagi kalau bukan Akatsuki (Seperti yang teman-teman lihat di foto yang paling atas). 

Tapi tunggu dulu, Organisasi Akatsuki yang dulu bukanlah yang sekarang. Setelah terkena "Ceramah No Jutsu" dari Naruto, Organisasi Akatsuki bukan lagi organisasi jahat yang selalu memburu Jinchuuriki untuk mendapatkan Bijuu. Akatsuki telah diberi hidayah dari Allah Swt. Organisasi Akatsuki yang dulunya mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda, sekarang semuanya sepakat untuk menjadi Mualaf. Penasaran, yuk silahkan di intip kegiatan mereka :

Salah Satu Anggota Akatsuki Sedang Melaksanakan Shalat

Tak diketahui siapa orang yang memergoki anggota akatsuki ini. Tapi ini adalah salah satu bukti bahwa Akatsuki telah bertobat dan kembali ke jalan yang benar dengan cara mendalami ilmu agama islam di Indonesia. Teman-teman bisa lihat sendiri karpet sajadah mainstream yang  memenuhi masjid-masjid yang ada di Indonesia.

Akatsuki mengikuti pengajian di Masjid

Memperdalam ilmu agama Islam tak cukup hanya shalat dengan rutin. Dengan  begitu, akatsuki memutuskan ikut belajar mengaji bersama para ustad setempat. Selain itu, mereka juga belajar banyak tentang sejarah islam dan cerita para nabi di dunia islam.

Tak cukup sampai disitu, Akatsuki sekarang juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hari besar Islam dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Anggota Akatsuki Menyanyikan Lagu "Indonesia Raya" Dalam Acara
Majelis Dzikir & Haul Akbar Thoriqat An-Naqsyabandiyah Gersempal
Di Kampus UNEJ Jember, Jawa Timur

Dulu, Organisasi Akatsuki tidak kenal sama sekali dengan yang namanya Internet, apalagi Media Sosial. Nah setelah mereka hijrah ke Indonesia, mereka mempelajari banyak hal tentang internet. Maka dari itu, Organisasi Akatsuki memutuskan untuk mempunyai sebuah Akun Facebook yang bernama Organisasi Akatsuki Afkar

Perkembangan Organisasi Akatsuki Afkar (28 Oktober 2015)

Dulunya semua anggota akatsuki hidup nomaden dengan cara tinggal di gua-gua. Tapi sekarang, mereka sudah tak perlu khawatir akan kehujanan dan kedinginan lagi. Akatsuki sekarang sudah tinggal menetap di sebuah Kabupaten yang bernama Kabupaten Lumajang, sebuah kota yang terdapat di Provinsi Jawa Timur (seperti yang tertera pada Akun Facebooknya).

Akatsuki Telah Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Dengan selalu menyebarkan kebaikan di atas muka bumi dan taat pada agama Islam, Organisasi Akatsuki perlahan-lahan telah digemari oleh banyak orang terutama oleh Bapak-bapak, Ibu-Ibu Rumah Tangga dan juga anak-anak. 

Foto Organisasi Akatsuki Dengan Para Fans Mereka

Tujuan Organisasi Akatsuki tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya, yaitu dengan tetap terciptanya mata bulan, dimana Mata merupakan lambang untuk melihat, sedangkan Bulan merupakan keindahan dan kejujuran. Artinya dengan modal kejujuran, kita bisa melihat keindahan yang Hakiki.

Jika teman-teman penasaran dan atau ada yang ingin bergabung dengan Organisasi Akatsuki, teman-teman bisa langsung mencari tahu melalui akun facebooknya. Nah, Sekian Informasi terkini tentang Akatsuki. Semoga Akatsuki selalu diberi berkah, rahmat, dan kelancaran rezeki oleh Allah Swt. Amiin.